ASUS Vivobook Flip TP410 : Antara ASUS, Desain Grafis, dan si Dia

ASUS Vivobook Flip TP410 : Antara ASUS, Desain Grafis, dan si Dia

#ASUSLAPTOPKU

Gudangvector.com -- Malam ini saat kubuka laptop usang, sedikit berdebu, dan kotor ini. Berniat hanya untuk mencari pas foto yang akan kugunakan untuk memperbaharui Curriculum Vitae dan entah kenapa, tiba-tiba saja kuingat 12 tahun yang lalu, ketika aku menginjakkan kaki pertama kali di kota Jogja.

Dengan niat untuk mencari ilmu, dengan sangat berani yang seakan mengalahkan egoku yang pada saat itu belum berani tinggal jauh dari orang tua dan kehidupan masa mudaku yang penuh dengan keceriaan. Masa-masa yang sulit untuk dilupakan dan berada dalam zona nyaman di Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Tapi aku sangat percaya diri karena diterima di salah satu Universitas Negeri terbaik yang ada di Jogja.

Ya! aku memulai kehidupan baru, lingkungan baru, teman-teman baru, budaya baru, bahkan mungkin pergaulan yang baru. Bermodalkan informasi yang sangat minim tentang itu semua, aku memutuskan untuk berjuang mencari sebuah titik kehidupan baru yang bisa dikatakan sangat asing daripada kehidupanku yang sebelumnya.

Aku kuliah di Jurusan Teknik Geodesi, Universitas Gadjah Mada. Jurusan yang belum banyak dikenal orang, akan tetapi prospek kedepannya bisa sangat cerah dan prospektif. Hanya 2 kata yang bisa mewakilkan yaitu mumet dan membosankan. Benarkah? Iya!! Lol.

Asus Vivobook Flip TP410

Jogjaku, Nostalgiaku

Di masa-masa kuliah waktu itu, semester pertama hingga semester keenam berlangsung dengan lancar tanpa masalah. Tapi pada semester 7 ke atas, sepertinya ada yang sedikit menganggu konsentrasi belajarku, ada sedikit pergeseran pandanganku antara kuliah dan hobi.

Ada hal unik yang sebenarnya bisa dibilang keberuntungan, akan tetapi bisa juga dibilang malapetaka, kenapa? Karena aku kuliah di jurusan Teknik Geodesi atas saran orangtuaku, tapi memang ada yang sedikit mengganjal sepertinya. Jujur saja aku tidak suka dengan pelajaran menghitung a.k.a matematika. Meskipun saat SMA dulu aku melibas habis semua pelajaran tersebut.

Nah, di Teknik Geodesi ini sebagian besar mata kuliahnya memang menghitung dan bermain logika. Terus gimana dong? Mau gak mau ya harus diikuti, orang tua sudah bersusah payah bekerja untuk men-support anaknya dalam segi biaya dan dukungan hanya untuk anaknya.

Game Online, Desain Grafis dan Laptop ASUS pertamaku

Di sisi lain, aku memiliki hobi bermain game online. Hal ini memang sudah menjadi teman sehari-hariku disaat suntuk dengan kuliah dan bosan dengan menghitung. Apalagi aku didukung oleh orangtua dengan dibelikan sebuah Laptop ASUS A42F pada tahun 2010 dan saat itu sudah mendekati masa-masa skripsi di semester 7 (sayangnya aku gak punya foto laptop bersejarahku).

Laptop yang pada masanya memang memiliki spesifikasi yang sangat mumpuni untuk bermain game online, sehingga aku mulai kecanduan bermain game online. Bahkan hampir setiap hari setelah selesai mengerjakan tugas pasti bermain game online. Aku hampir melupakan aktifitas untuk bersosialisasi dengan teman dunia nyata. Setiap diajak meet up atau kopi darat dengan teman komunitas, aku sering menolak karena kecanduan main game online dengan teman di dunia maya yang aku anggap lebih seru dan asyik. Dan aku berfikir tidak perlui pindah tempat atau berkendara ke tujuan kopi darat untuk bertemu dengan mereka karena rasanya badan sudah mager (males gerak) duluan (emang dasar males aja kali ya hehehehe).

Kelebihan dan kekurangan Game Online
Kelebihan dan kekurangan game online
Memang awalnya berpikir game hanya untuk mengisi waktu kebosanan tapi ternyata tidak, dan aku salah persepsi. Aku pernah sampai di titik terparah dalam bermain game yaitu semalam suntuk tanpa memikirkan diriku sendiri dan orang lain di sekitarku, yang paling parahnya lagi aku diputusin oleh pacarku saat itu. Dia selama ini sudah berusaha untuk mengingatkanku akan pentingnya pendidikan, tentang masa depan yang lebih baik, dan bagaimana orang tua ku sudah bekerja keras untuk memberikan kebutuhan yang terbaik untukku di perantauan yang notabene aku hanya seorang diri. Akan tetapi aku hanya berikir untuk menjalani hidupku dengan caraku sendiri, menikmati apa yang ada di depan mata. Itu adalah konflik serta dilema yang kualami disaat masa labil dalam hidupku. Pengalaman ini mengajarkan banyak hal yang tak akan pernah terlupakan.

Aku sempat berpikir ”Bisa ancur nih hidup kalo aku main game terus”, dari situlah aku mencari kesibukan lain yang lebih bermanfaat, karena bermain game mempunyai dampak buruk terhadap kuliahku saat itu.

Akhirnya ada hal lain yang ingin kucoba yaitu Desain Grafis. Awalnya hanya melihat sebuah karya digital seorang teman yang menurutku itu sangat bagus dan sangat diapresiasi di media sosial pada zaman keemasan facebook, dia hanya menggunakan software pengolah desain yaitu Corel Draw.

Karya temanku selalu mendapat respon positif dari semua orang. Kemudian aku berpikir “kenapa dia bisa, sementara aku? hanya bermain game online yang notabene tidak menghasilkan apapun, bahkan karya yang bisa diapresiasi oleh orang banyak”. Sejak saat itulah aku mencari tahu tentang desain grafis, apa itu desain grafis, apa sih yang bisa membuat banyak orang mengapresiasi suatu karya dan dimana letak seninya? “awam” mungkin satu kata yang bisa mendeskripsikan diriku pada saat itu terhadap desain grafis.

Kenapa Memilih Menjadi Desainer Grafis?

Sejak saat itu aku belajar semuanya yang berhubungan dengan desain grafis dan aku mulai belajar menggambar digital secara otodidak, mulai mencontoh karya orang dengan tujuan belajar. Aku sadar, aku mulai tertarik mengulik tentang itu semua. Hasilnya bagaimana? Apakah aku memang ada bakat di Desain Grafis, Atau malah hanya penasaran?.

Desainer Grafis
Memilih untuk menjadi desainer grafis
Tahun 2011, aku sudah mulai mengurangi bermain game dan banting setir untuk mempelajari desain grafis secara otodidak melalui buku dan e-book. Banyak rintangan yang dilalui saat belajar desain, salah satunya mungkin kritikan pedas dari teman, karena aku belum mengerti apa arti dari keindahan visual dan estetika desain yang sesungguhnya.

Kritikan itulah yang membuatku lebih kuat dalam menghadapi berbagai ujian, entah itu kritikan yang membangun maupun kritikan yang menjatuhkan, dan akhirnya aku memberanikan diri untuk membuka jasa desain.

Sebelumnya memang aku belum mengkomersilkan hasil desainku, seperti membantu teman yang ingin mempunyai logo untuk bisnis kecil-kecilannya, membuatkan desain logo untuk acara event di kampung tempatku kost di Jogja, dll.

Memang untuk memperbanyak portofolio juga sih tujuan awalnya, hehehe. Hasilnya tak terhitung jumlah desain yang sudah ku buat dari awal aku menggeluti dunia desain grafis. Semuanya kusimpan rapi di folder laptopku. Ini adalah aset berhargaku dan mungkin saja bisa menjadi gudang vector untuk membuat desain desainku selanjutnya. 

Asus Laptop Vivobook FLip TP410
Raih mimpimu!!

Hal bahagia yang pernah ku rasakan setelah banting setir adalah memenangkan kontes logo design yang diselenggarakan oleh salah satu penyelenggara pihak ketiga antara client dan desainer dengan hadiah mencapai $900 pada tahun 2013. Sejak saat itulah bisa dibilang aku memang cocoknya di dunia desain grafis. 

Kejadian Tak Terduga

Suatu malam di bulan Desember tahun 2015, aku menemui client-ku di sebuah café di salah satu sudut kota Jogja. Client-ku ingin membuat logo untuk produk makanannya yang akan mulai dipasarkan dalam waktu dekat. Dengan tergesa-gesa aku berangkat ke café tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Aku gak bawa laptop karena terburu-buru, harusnya sih aku menunjukkan portofolio desainku yang pernah aku buat sebelumnya, rencananya akan sedikit show off dan mempresentasikan kemahiranku membuat logo disertai dengan filosofi, dan akhirnya aku memutuskan untuk menjelaskan secara verbal saja.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, hujan gerimis mengantarkanku ke parkiran café yang tak jauh dari meja tempat kami bercengkerama tadi. Diiringi dengan jabat tangan perpisahan sementara dengan clientku, aku pamit pulang.

Rencananya, setiba di kost aku akan langsung ingin mencurahkan kerangka-kerangka ide pada obrolan tadi ke dalam desain grafis, dan pastinya inspirasi dan ide sudah melekat di otak kreasiku. Perjalananku menuju kost sedikit kurang nyaman dan aku merasa suasana hati ada yang berbeda. Sesampainya di kost, aku memarkirkan seperti biasa motor vespa jadulku di sudut parkiran kost yang sudah sepi.

Ketika membuka pintu utama aku menyadari ada yang tidak beres yang aku lihat. Pintu kamarku terbuka sedikit dengan gagang pintu yang menganga. Aku pun masuk kamar dan kaget karena keadaan kamarku berantakan tak karuan. Langsung saja aku mencari aset berhargaku yaitu laptop kesayangan.

Sudah kuduga, bentuk usang laptopku semenjak tahun 2011 yang selalu menemaniku sudah tidak berada di tempat semula. Aku harus menerima kenyataan pahit bahwa kamarku dibobol spesialis pencuri laptop, karena barang berharga lainnya masih tetap utuh.

Aku mulai panik, apa yang harus aku perbuat? Sementara data data penting, memori indah, dan kenangan yang tidak bisa diulangi begitu saja, hilang semua tanpa bekas. Sedih memang jika mengingat ini semua, tapi semua itu terjadi begitu saja dan sangat cepat kronologisnya. Pahit!.

Laptop Pinjaman yang Menghasilkan

Setelah kejadian pahit itu aku sudah tidak punya lagi portfolio dalam bentuk file yang tersimpan di mendiang laptopku. Salahnya juga aku tidak backup semua file di cloud. Mungkin memang sudah takdirnya. Teguran yang sangat nyata untukku. Perlahan aku mulai mengumpulkan portfolio baru dari nol. Untungnya saat itu pacarku dengan ikhlas meminjamkan sementara laptopnya untuk kupakai membuat desain.

FYI kawan, pacarku yang meminjamkan laptop itu masih orang yang sama dengan pacarku yang memutuskanku pada saat aku kecanduan Game Online hahaha. Pastinya kalian tau lah singkat jalan ceritanya kenapa dia bisa balik lagi denganku hehehe. Oke lanjut deh, Sebagai seorang desainer grafis pasti tahu kan apa aja yang bisa mendukung perkerjaan ini, salah satunya yaitu laptop yang mumpuni dan sesuai spesifikasinya untuk desain grafis.

Kebutuhan Desainer Grafis
Kebutuhan seorang desainer grafis
Kemarin saat browsing di Internet, iseng aku menemukan sebuah laptop yang sepertinya sangat cocok untuk pekerjaanku. Masih dari brand ternama ASUS. Ya! agak sedikit nostalgia dengan brand ini, karena yang mengantarkanku sampai titik ini adalah ASUS (jadi agak sedikit terharu deh).

Kenapa Memilih ASUS Vivobook Flip TP410?

BINGO!!! Setelah browsing sana sini, akhirnya ada satu yang paling menarik hati yaitu ASUS Vivobook Flip TP410. Laptop ini sudah cocok banget buat profesi desainer grafis sepertiku. Sedikit info nih buat kawanku semua bahwa ASUS vivobook Flip TP410 ini canggih dan sangat keren dari sisi visualnya saja sudah menarik hati bagai magnet.

ASUS Vivobook Flip TP410

Tau gak sih? Kalau buat presentasi di depan client ini sudah jadi wow banget, percaya diri bertambah 100%, semangat bertambah, dan pastinya presentasi akan berjalan dengan lancar dengan keceriaan yang memancar. Seandainya saja saat aku bertemu client-ku waktu itu sudah pakai laptop ini, tapi ah sudahlah.

Terus apa aja sih keunggulan dari ASUS Vivobook Flip TP410 ini? Yuk kita kupas perlahan biar nempel kayak magnet.

1.      Tipis dan ringan

Dengan bobot hanya 1,6 Kg, pastinya enteng kan dibawa kemana-mana, ASUS Vivobook Flip TP410 ini juga sangat tipis, cuma 1,92cm. Bayangkan kawan ketebalan segitu ramping banget, memang sangat menunjang jika dibawa mobile, apalagi aku kerjaannya muter ketemu client, pasti less space banget deh di dalam tas.

Tipis dan Ringan
Tipis dan Ringan

2.      Nano Edge Display

Apa lagi nih keunggulannya? ASUS Vivobook Flip TP410 ini mempunyai layar 14 inch, pas banget display segini untuk menunjukan portfolio desain pada client. Dengan body yang ultra tipis plus berfitur ”Nano Edge” dapat memaksimalkan ukuran layar dan meminimalkan ukuran body. Jadi, desain dengan visual tingkat dewa udah bisa terlihat dengan jelas. Dua poin ini aja udah kesengsem banget ingin memilikinya. Mengapa? Karena emang gampang dibawa kemana-mana dan gak segede laptop lainnya.

Nano Edge Display
Nano Edge Display

3.      Fingerprint Sensor

Masalah keamanan? Jangan diragukan lagi. Udah paling canggih deh ini ASUS Vivobook Flip TP410, jadi laptop ini sudah dilengkapi dengan fingerprint sensor. Sistem ini sudah langsung terhubung ke sistem operasi yang sudah ter-install yaitu Windows 10. Jadi, kalau mau sign in ke Windows 10 cukup dengan sentuhan jari, otomatis langsung masuk ke dalam Windows-nya. Aman banget kan? Gak ada deh kejadian kalo laptop di curi bisa sign in si pencurinya, kecuali dia balik lagi buat nanya gimana cara sign in nya, hahaha.

Fingerprint Sensor
Fingerprint Sensor

4.      Display Mode

Namanya juga flip, ya pastinya stand mode-nya bisa berbagai gaya, ASUS Vivobook Flip TP410 ini bisa disesuaikan stand mode-nya yang bisa di buka tutup hingga 360° presisi tanpa batas, jadi dengan mode apapun pasti akan lancar kedepannya. Bisa di bikin gimana saja sih posisinya? Yuk kupas lagi sampai ceria.

4 Mode Stand
4 Display Mode

Media Stand

Jadi posisi ini merupakan stand biasa, gausah deh yang namanya laptop itu kaku, bebas mau disimpan di meja, kasur, depan pintu, dll. Pokoknya flexible bisa disimpan dimana saja. 

Powerfull Laptop
Seperti laptop pada umumnya, kalau aja kalian masih gak bisa move on dengan laptop yang dulu, bisa disesuaikan posisinya seperti layaknya sebuah laptop. Mungkin ini sangat cocok untuk kalian yang mempunyai sifat kalem dan gak neko-neko hahaha. Kalau lagi ngedesain dan menggunakan software desain, mode ini sangat memanjakan penggunanya.

Responsive Tablet
Sensitifitas touchscreen yang oke punya, memudahkan kalian disaat presentasi, kalau aku sepertinya akan memudahkan menunjukan hasil portofolio, mau di zoom in atau di zoom out mendukung banget pekerjaanku pastinya.

Shared Viewer
Jadi posisi stand begini cocok kalo kalian hobi nonton film, gausah deh yang namanya laptop itu kaku, jadi kalian tinggal duduk manis sama pacar , nonton deh film kesukaan kalian. Di jamin nyaman nontonnya, pastinya akan lebih romantic cieee.

Asus



Jadi tunggu apalagi? Banyak banget keuntungan kalau kalian punya ASUS Vivobook Flip TP410. Kenapa harus Vivobook Flip TP410? Kalau aku pribadi, fiturnya sangat menunjang kebutuhanku sebagai desainer grafis. Lebih flexible untuk dibawa kemana-mana dengan body yang tipis dan bobot ringannya serta fitur keamanan yang double hanya butuh sidik jari, sehingga gak perlu pusing privacy kalian akan diliat orang lain hahaha.

Ditambah lagi dengan mode stand yang bisa diaplikasikan sesuai kebutuhan dimanapun dan kapanpun. Kalau melihat kondisi saat ini, aku hanya punya laptop pinjaman (kalau pinjam bukan punya sih namanya, hahaha) untuk menunjang pekerjaanku sebagai seorang desainer grafis, udah top banget, saatnya ganti laptop pinjaman ini ke ASUS Vivobook Flip TP410, jadi kalo diberi rezeki pengen deh punya ASUS Vivobook Flip TP410.

Spesifikasi Lengkap ASUS Vivobook Flip TP410

Pokoknya ASUS Vivobook Flip TP410 sudah mendukung semuanya, jadi semacam di borong habis semua fitur kerennya tanpa ampun. Bisa dibilang pengen nostalgia sama ASUS lagi, karena bagiku ASUS sangat berharga sama seperti laptop ASUSku yang hilang di telan maling dahulu.

Kebahagiaanku
Istriku tersayang yang selalu menemaniku
Kehidupanku akan menjadi lebih lengkap dan sempurna seperti pacarku yang minjemin laptopnya sementara untuk mendukung pekerjaanku, dan FYI yah, Alhamdulillah saat ini sudah
menjadi istriku tepat tanggal 30 Agustus 2018 kemarin adalah menjadi hari kebahagiaan kami. Kesabarannya adalah semangat dan kekuatanku untuk terus berkreasi serta berkarya. Bersyukur sekali bisa kenal dan memperistri dia sekarang, dia bisa menjadi istri, ibu, teman, kakak dan adikku. Kadang masih merasa canggung juga meskipun sudah menikah, tapi kami sangat bahagia sekarang ini. So fun deh pokoknya.heheheh

Impian Memiliki ASUS Vivobook Flip TP410

Seandainya aku punya ASUS Vivobook Flip TP410, pastinya pekerjaanku akan terbantu dengan mudah, khususnya di bidang desain grafis. Karena memang sangat mumpuni sekali untuk user desainer grafis sepertiku. Meeting dengan client pun pasti memiliki nilai plus, karena di dukung oleh media yang sangat canggih dan keren seperti ASUS Vivobook Flip TP410.

Harus punya Asus Vivobook Flip TP410


Saat ini pekerjaan desain grafisku sangat bergantung pada sebuah laptop yang fiturnya semua dimiliki oleh ASUS Vivobook Flip TP410. Aku harus bisa move on karena pernah Drop Out kuliah dari jurusan Teknik Geodesi ini, dan sekarang pihanku adalah menjadi seorang desainer grafis, dan menjadi seorang suami dari pacarku terdahulu. Tapi akan lebih lengkap lagi kalau ditemani oleh ASUS Vivobook Flip TP410 sebagai penunjang pekerjaan yang ku tekuni saat ini.

Hal yang ku suka adalah dengan dukungan display mode yang sangat beragam untuk mendukung produktivitasku sebagai desainer grafis. Keunggulan ASUS Vivobook Flip TP410 dalam hal display mode yang sangat beragam membuatku ingin memilikinya, diantaranya adalah Media Stand yang dapat membantuku ketika mempresentasikan hasil desain kepada client dengan mudah dan nyaman.

Mode kedua adalah Powerfull Laptop yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai laptop seperti laptop pada umumnya sehingga nyaman digunakan di kantor dan di rumah, mode berikutnya adalah Responsive Tablet yang ku butuhkan untuk keadaan flexible dan mudah digunakan saat jadwal padat karena cukup dengan satu sentuhan bisa teratasi semuanya, dan mode Shared Viewer memudahkanku ketika akan mempresentasikan tentang hasil desain di depan client.


Pokoknya dengan ASUS Vivobook Flip TP410 akan membuatku tampak lebih professional di depan client. Itulah tadi ceritaku mulai dari nostalgia Jogja, cinta, game dan akhirnya pilihan hidup yang sangat berwarna sebagai suami dan seorang desain grafis. Harapanku laptop usang ini kelak akan berubah menjadi sebuah laptop ASUS Vivobook Flip TP410 jika Allah menghendaki. Sampai jumpa di tulisanku selanjutnya ya. Salam panutanque.


ASUS Laptopku Blogging Competition by uniekkaswarganti.com.
Asus Laptopku Blogging Competition by uniekkaswarganti.com



Read more »